Sabtu, 24 September 2011

Definisi Dan Jenis-Jenis Ekonomi Koperasi

  • ²  Definisi
    ·         Koperasi adalah jenis badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum.
    ·         Koperasi melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
    ·         Koperasi menurut UUD 1945 pasal 33 ayat 1 merupakan usaha kekeluargaan dengan tujuan mensejahterakan anggotanya.
    v  Koperasi Sebagai Lembaga Ekonomi, merupakan badan usaha  yang mampu menghasilkan keuntungan & pengembangan organisasi & usahanya, dengan menggunakan sistem manajemen usaha sbg badan usaha bisnis : profit maksimal, biaya minimal, brand koperasi maksimal.
    Ø  Jenis-Jenis Koperasi 
    Koperasi secara umum dapat dikelompokkan menjadi koperasi konsumen, koperasi produsen dan koperasi kredit (jasa keuangan). Koperasi dapat pula dikelompokkan berdasarkan sektor usahanya.
             1. Koperasi Simpan Pinjam
             2. Koperasi Konsumen
             3. Koperasi Produsen
             4. Koperasi Pemasaran
             5. Koperasi Jasa
    ·         Koperasi Simpan Pinjam adalah koperasi yang bergerak di bidang simpanan dan pinjaman.
    ·         Koperasi Konsumen adalah koperasi beranggotakan para konsumen dengan menjalankan kegiatannya jual beli menjual barang konsumsi.
    ·         Koperasi Produsen adalah koperasi beranggotakan para pengusaha kecil menengah(UKM) dengan menjalankan kegiatan pengadaan bahan baku dan penolong untuk anggotanya.
    ·         Koperasi Pemasaran adalah koperasi yang menjalankan kegiatan penjualan produk/jasa koperasinya atau anggotanya.
    ·         Koperasi Jasa adalah koperasi yang bergerak di bidang usaha jasa lainnya. 
    ²  Bentuk-Bentuk Koperasi
    1.       Koperasi primer (anggotanya individu)
    2.      Koperasi pusat (tk II)-anggotanya koperasi2
    3.      Koperasi gabungan (tk I)
    4.      Koperasi induk (Nasional)
    ²  Sumber Modal Koperasi
    Seperti halnya bentuk badan usaha yang lain, untuk menjalankan kegiatan usahanya koperasi memerlukan modal.  Adapun modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman
    v  Modal sendiri meliputi sumber modal sebagai berikut:
    ·         Simpanan Pokok
    Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota.  Simpanan pokok tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi. Simpanan pokok jumlahnya sama untuk setiap anggota.
    ·         Simpanan Wajib
    Simpanan wajib adalah jumlah simpanan tertentu yang harus dibayarkan oleh anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu, misalnya tiap bulan dengan jumlah simpanan yang sama untuk setiap bulannya.  Simpanan wajib tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi.
    ·         Simpanan khusus/lain-lain
    Misalnya:  Simpanan sukarela (simpanan yang dapat diambil kapan saja), Simpanan Qurba, dan Deposito Berjangka.
    ·         Dana Cadangan
    Dana cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil usaha, yang dimaksudkan untuk pemupukan modal sendiri, pembagian kepada anggota yang keluar dari keanggotaan koperasi, dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.
    ·         Hibah
    Hibah adalah sejumlah uang atau barang modal yang dapat dinilai dengan uang yang diterima dari pihak lain yang bersifat hibah/pemberian dan tidak mengikat.
     v  Adapun modal pinjaman koperasi berasal dari pihak-pihak sebagai berikut:
    1.       Anggota dan calon anggota
    2.      Koperasi lainnya dan/atau anggotanya yang didasari dengan perjanjian kerjasama antarkoperasi
    3.      Bank dan Lembaga keuangan bukan banklembaga keuangan lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perudang-undangan yang berlakuPenerbitan obligasi dan surat utang lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
    4.      Sumber lain yang sah



Kamis, 22 September 2011

SEJARAH EKONOMI KOPERASI

  • KOPERASI
Dari Wikipedia bahasa Indonesia
Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
  •  Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama Prinsip koperasi terbaru yang dikembangkan International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah internasional) adalah keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela, pengelolaan yang demokratis, partisipasi anggota dalam [ekonomi], kebebasan dan otonomi, serta pengembangan pendidikan, pelatihan,dan informasi.
  • Keunggulan Koperasi : Kemungkinan koperasi untuk memperoleh keunggulan komparatif dari perusahaan lain cukup besar mengingat koperasi mempunyai potensi kelebihan antara lain pada skala ekonomi, aktivitas yang nyata, faktor-faktor precuniary, dan lain-lain.
  • Kewirausahaan Koperasi adalah suatu sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif, dengan mengambil prakarsa inovatif serta keberanian mengambil risiko dan berpegang teguh pada prinsip identitas koperasi, dalam mewujudkan terpenuhinya kebutuhan nyata serta peningkatan kesejahteraan bersama. Dari definisi tersebut, maka dapat dikemukakan bahwa kewirausahaan koperasi merupakan sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif  Tugas utama wirakop adalah mengambil prakarsa inovatif, artinya berusaha mencari, menemukan, dan memanfaatkan peluang yang ada demi kepentingan bersama. Kewirausahaan dalam koperasi dapat dilakukan oleh anggota, manajer birokrat yang berperan dalam pembangunan koperasi dan katalis, yaitu orang yang peduli terhadap pengembangan koperasi.
  • Pengurus Koperasi  dipilih dari kalangan dan oleh anggota dalam suatu rapat anggota.  Ada kalanya rapat anggota tersebut tidak berhasil memilih seluruh anggota Pengurus dari kalangan anggota sendiri. Hal demikian umpamanya terjadi jika calon-calon yang berasal dari kalangan-kalangan anggota sendiri tidak memiliki kesanggupan yang diperlukan untuk memimpin koperasi yang bersangkutan, sedangkan ternyata bahwa yang dapat memenuhi syarat-syarat ialah mereka yang bukan anggota atau belum anggota koperasi (mungkin sudah turut dilayani oleh koperasi akan tetapi resminya belum meminta menjadi anggota).
  • Koperasi di Indonesia, menurut UU tahun 1992, didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.  Di Indonesia, prinsip koperasi telah dicantumkan dalam UU No. 12 Tahun 1967 dan UU No. 25 Tahun 1992. Prinsip koperasi di Indonesia kurang lebih sama dengan prinsip yang diakui dunia internasional dengan adanya sedikit perbedaan, yaitu adanya penjelasan mengenai SHU (Sisa Hasil Usaha).
  • Sejarah koperasi di Indonesia : gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.
    Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi) Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman. 
    Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda. De Wolffvan Westerrode sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. 
    Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka makin menderita karena tekanan para pengijon. Ia juga menganjurkan mengubah Bank tersebut menjadi koperasi.  Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa yang menganjurkan para petani menyimpan pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik. Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi. Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu itu berpendirian lain. Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak dijadikan Koperasi tetapi Pemerintah Belanda membentuk Rakyak Indonesia lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa , rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank (BRI). Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah.
    Pada zaman Belanda pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena:
       1.Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan penerangan dan penyuluhan tentang koperasi.
      2.Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi.
     3.Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena  pertimbangan politik, khawatir koperasi itu akan digunakan oleh kaum politik  untuk  tujuan yang membahayakan pemerintah jajahan itu.
              Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Pada tahun 1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve. Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi. Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia.
              Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.
  • Fungsi dan peran koperasi Indonesia : Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.
    v  Koperasi berlandaskan hukum

    Koperasi berbentuk Badan Hukum menurut Undang-Undang No.12 tahun 1967 adalah [Organisasi] ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama, berdasarkan asas kekeluargaan Kinerja koperasi khusus mengenai perhimpunan, koperasi harus bekerja berdasarkan ketentuan undang-undang umum mengenai organisasi usaha (perseorangan, persekutuan, dsb.) serta hukum dagang dan hukum pajak.
    v  Lambang gerakan koperasi Indonesia memiliki arti sebagai berikut :

    1. Rantai melambangkan persatuan dan persahabatan yang kokoh. 
    2. Roda bergigi menggambarkan upaya keras yang ditempuh
        secara terus menerus.  

    3. Kapas dan padi berarti menggambarkan kemakmuran rakyat 
       yang diusahakan oleh koperasi.

    4. Timbangan berarti keadilan sosial sebagai salah satu
        dasar koperasi
    5. Bintang dalam perisai artinya Pancasila, merupakan 
        landasan ideal koperasi.

    6. Pohon beringin menggambarkan sifat kemasyarakatan
        dan kepribadian Indonesia yang  kokoh berakar. 
    7. Koperasi Indonesia menandakan lambang kepribadian 
        koperasi rakyat Indonesia.
    8. Warna merah dan putih menggambarkan sifat nasional


Rabu, 01 Juni 2011

Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan…

Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba…mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya…

Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allahmaka ia pun berhilir hanya kepada Allah..

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat:49)

Cukup cintai ia dalam diam…
bukan karena membenci hadirnya…tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia…tapi meraih surga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya…tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..

Cukup cintai ia dari kejauhan…
karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaankarena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangankarena hadirmu mungkin saja ‘kan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga…
Cukup cintai ia dengan kesederhanaan…
memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaanmengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan…

Maka cintailah ia dengan keikhlasan
karena tentu kisah fatimah dan ali bin abi thalib diingini oleh hati…tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi…?

“…boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat burukbagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ” (QS. AlBaqarah:216)

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, danlaki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), danwanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-lakiyang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yangdituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduhitu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS.An Nuur:26)

Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan…
karena tiada yang tahu rencana Tuhan…mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan, karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan…serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya…

“Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.” (Umar bin Khattab ra.)

from my friends najjah

DIRECT – INDIRECT SPEECH

A. Direct Speech
Direct Speech (kalimat langsung) adalah kutipan asli suatu pembiacaraan tanpa adanya suatu perubahan.
·         Ciri-ciri penulisan direct speech:
- Direct Speech selalu diapit oleh tanda kutip dan kalimat selalu 
diawali huruf  kapital.
- Tanda titik dua ( : ) atau koma ( , ) diletakkan sebelum 
  Direct Speech jika kata penghubung/pelapor  (reporting verb)-nya 
  berada di depan.
- Tanda koma ( , ) harus diletakan setelah Direct Speech jika kata 
   penghubung diletakan setelah Direct Speech-nya.
- Tanda baca seperti tanda seru ( ! ), tanda tanya ( ? ) yang 
menunjukan jenis kalimat tidak mengalami perubahan.
·         Contoh:
- She screamed: “Don’t open the door!”
- My mother says to my sister, “Clean your bedroom now!”
- “What are you doing?” she asked me.
·         Keterangan:
- She screamed, My mother says to my sister, dan She asked me 
adalah kata penghubung/pelapor (reporting verb).
- “Don’t open the door”, “Clean your bedroom!”, dan “What are you 
doing” adalah kalimat langsung (Direct Speech)

B. Indirect Speech
Indirect Speech (kalimat tak langsung) adalah bentuk kalimat yang digunakan untuk menceritakan kembali pembicaraan/pendapat seseorang. Untuk mengubah kalimat langsung (Direct Speech) menjadi kalimat tak langsung (Indirect Speech) harus menyesuaikan jenis kalimat.
1. Kalimat Perintah (Imperative Sentence)
Contoh:
- Direct Speech : She told me,  “Clean the room!”
Indirect Speech : She told me  to clean the room.
- Direct Speech : My father asks me,  “Don’t make so much noise!”
Indirect Speech : My father asks me  not to make so much noise.
2. Kalimat Berita (Declarative Sentence)
Contoh:
- Direct Speech : She told me,  “I am fine.”
Indirect Speech : She told me  that she was fine.
- Direct Speech : He says,  “My computer cannot work well.”
Indirect Speech : He says  that his computer cannot work well.
3. Kalimat Tanya (Interrogative Sentence)
a. Yes / No Question (Kalimat tanya yang membutuhkan jawaban Yes atau No.)
- Direct Speech :  She asked me,  “Are you sure?”
Indirect Speech :  She asked me  if I was sure.
 She asked me whether I was sure.
- Direct Speech : My mother says,  “Do you know my purse?”
Indirect Speech : My mother says  if I know her purse.
  My mother says  whether I know her purse.
b. WH – Question (Kalimat tanya yang membutuhkan jawaban berupa keterangan.)
- Direct Speech : Yenny asked me,  “Where do you save your money?”
 Indirect Speech : Yenny asked me  where I saved my money.
- Direct Speech : Arman asks me,  what time do you sleep every day?
Indirect Speech : Arman asks me  what time I sleep every day?

C. Perubahan-perubahan Penting
Ketika merubah kalimat langsung (Direct Speech) menjadi kalimat tak langsung (Indirect Speech) ada perubahan-perubahan penting yang harus diingat, antara lain:
1. Pronoun (Kata Ganti)
Kalimat Langsung (Direct Speech)           Kalimat Tak Langsung (Indirect Speech)
I                                                                                   He / She
You                                                            Me / He / She / them /
                                                                               I / him / her
My                                                                                His / Her
Our                                                                              Their / Our
Your                                                                        My / His / Her
2. Adverb of Time and Place (Keterangan Waktu dan Tempat)
Kalimat Langsung (Direct Speech)      Kalimat Tak Langsung (Indirect Speech)
Now                                                                        Then
Today                                                                  That day
Tomorrow                                                        The next day
                                                                         The day after
                                                                         The following day
Next . . .                                                           The . . . after
                                                                         The following . . .
                                                                         The . . . before
Last . . .                                                            The . . . before
                                                                         The previous . . .
                                                                         The preceding . . .
 ... ago                                                                  before . . .
                                                                             earlier . . .
Yesterday                                                          The day before
                                                                          The previous day
                                                                          The preceding day
The day before yesterday                                  Two days before
Here                                                                                   There
This                                                                                     That
These                                                                                  Those
3. Tense
Kalimat Langsung (Direct Speech)          Kalimat Tak Langsung (Indirect Speech)
Present Tense (Verb Present)                           Past Tense (Verb 2)
Present Continuous                                      Past Continuous 
(is/am/are + V.ing)                                        (was/were + V. Ing)
Present Perfect (have/has + V.3)             Past Perfect (had + V.3)
Present Perfect Continuous                        Past Perfect Continuous
 (have/has + been + V. Ing)                               (had + been + V. Ing)
Present Future (will + V. 1)                     Past Future (would + V. 2)
Present Future Continuous                   Past Future Continuous 
(will + be + V. Ing)                                   (would + be + V. Ing)
Present Future Perfect                       Past Future Perfect
(will + have + V. 3)                                 (would + have + V. 3)
Present Future Perfect Continuous past Future Perfect Continuous
(will + have + been + V. Ing)              (would + have + been + V. Ing)   
Past Tense (Verb 2)                                    Past Perfect (had + V. 3)
Past Continuous                                        Past Perfect Continuous
(was/were + V. Ing)                                      (had + been + V. Ing)
Past Perfect (had + V. 3)                            Past Perfect (had + V. 3)


                     Source http://english2bshared.blogspot.com/