Selasa, 01 Januari 2013

FAKTOR DEMOGRAFI YANG MEMPENGARUHI PEMBELIAN HANDPHONE

1. Faktor usia : Umur merupakan suatu pertumbuhan atau perkembangan manusia yang bertambah usia dari mereka lahir hingga tua. Kebutuhan seorang anak misalnya waktu SD, berbeda dengan tingkatan SMP, SMA, dan kuliah atau bekerja. Di zaman sekarang, contohnya saja HP,mungkin kalau ditanya dan disurvei anak SD sudah memegang HP yang cukup canggih dibandingkan kebanyakan orang yang memegang HP sesederhana mungkin. Dahulu , jarang yang memegang HP, bahkan tidak semua anak SD punya HP, dari SMP ke SMA, misalnya mempunyai HP yang memiliki fitur dan aplikasi-aplikasi yang menunjang serta social media untuk bersosialisasi di dunia maya, spesifikasinya mereka tahu, bahkan harganya pun mereka mengetahui mana yang cocok untuk kalangan anak SMA, selain itu untuk komunikasi, juga bisa aplikasi-aplikasi yang lainnya. Kalangan kuliah dan pekerja punya pandangan berbeda mengenai HP, selain untuk komunikasi mereka yang semakin meluasnya dengan teman maupun rekan sekerja dan sekoleganya mereka. Yang bekerja mempunyai HP cukup canggih di dalam penggunannya, komunikasi dan informasi yang up to date yang bisa mereka jelajahi dalam HP yang canggih. Misalnya saja indeks harga saham, pemasaran produk, model pemasaran, dan jual beli barang, mereka bisa mengetahui semuanya lewat jaringan dan koneksi yang baik serta alat penunjang lainnya.

 2. Jenis Kelamin : Ada laki-laki dan perempuan itu jenis kelamin yang mungkin berbeda cara pembelian mereka masing-masing, seperti halnya pembelian Handphone yang sedang berkembang di masyarakat luas yang canggih dan lebih inovatif, ada yang memiliki unsur dominan dalam pada HP yang menjadi fungsi utama HP tersebut. 
      *Misalnya perempuan mereka memilih HP untuk berfoto-foto bagi wanita yang suka berfoto-foto, tetapi unsure-unsur yang lain seperti MP3, dan aplikasi-aplikasinya dibuat sesederahana mungkin, tapi HP itu memiliki keunggulan yaitu dengan unsur fotonya lebih menarik. Ada pula internet yang cepat dan koneksinya tidak lelet untuk mereka bersosialisai di berbagai media social, sedangkan yang lain dibuat sederhana.  
      *Misalnya laki-laki ingin membeli semua aplikasi dan fiturnya lengkap dan yang cukup menarik. Seperti aplikasi, gambar-gambar yang dibuat sendiri menjadi wallpaper di HP, yang benar-benar hidup, bagi pria yang suka berkreasi seni nya yang tinggi, kamera untuk fungsi gambarnya lebih tajam, MP3 yang mempunyai suara bagus, jernih dan keras tapi terlihat kualitas suara nya yang bagus dan internet yang lebih cepat, browsing, dan lain sebagainya yang menjadi pertimbangan pemebelian dari masing-masing orang, baik laki-laki maupun perempuan, sesuai kebutuhan mereka masing-masing.  
  
3. Hobby : Setiap orang mempunyai hobby berbeda-beda, misalkan saja ada orang yang hobby olahraga, menggambar, menulis dan sebagainya. Seperti menggambar dan mengedit-edit foto, mengutak-utik aplikasi dan warna-warna yang ada di dalam HP atau game yang ada di HP, tergantung hobby mereka masing-masing, sekarang ada HP yang memilki kualitas dan fitur-fitur yang lengkap yang menjadikan atau membuat seseorang menuangkan hobbynya di dalam HP. 

4. Penghasilan : Penghasilan orang berbeda dengan yang lainnya ada yang merasa cukup dengan penghasilan mereka, ada yang kurang, dan ada yang lebih besar. Oleh karena itu, penghasilan mempengaruhi pembeli untuk memilih barang yang ada. Kita mengukur dengan tingkat penghasilan bukan berdasarkan kebutuhan untuk membeli suatu barang. Kalau kita memilih kebutuhan mungkin banyak yang kita butuhkan dalaam membeli barang ini itu dan sebagainya, tetapi kalau di ukur dengan penghasilan, kita bisa membeli barang yang menurut kita pas dengan penghasilan. Misalkan saja, kita ingin membeli HP, kita menginginkan fitur-fitur yang lengkap, aplikasi yang lengkap dan jaringan internet yang mendukung dan sebagainya, sebagaimana yang menurut kita fasilitas yang ada sudah menunjang semuanya, tapi apakah cocok dengan penghasilan kita sehari-hari. Kita akan berpikir dua kali untuk membeli HP itu bahkan rela mengorbankan apapun untuk membeli HP yang kita inginkan. Produsen bisa menjawab itu semua, karena sekarang banyak HP yang berkualitas dan cocok dengan penghasilan. Karena bagaimanapun juga kebutuhan yang kita butuhkan banyak. Tapi kita harus melihat dari sisi penghasilan yang di miliki. 

5. Pendidikan : Pendidikan adalah tingkat di mana memperoleh pengetahuan melalui lembaga maupun sekolah-sekolah. Pendidikan ini merupakan suatu proses pembelajaran seseorang dari tingkat SD, SMP, SMA dan Sarjana. Semakin tingkat pendidikan kita tinggi semakin bijak dan pintar dalam mengambil suatu keputusan apa yang dan berfikir secara rasional. Dalam pembelian produk HP misalkan, kalau orang orang yang memiliki pendidikan yang tinggi mereka mencari tahu terlebih dahulu Hp apa yang cocok untuk dirinya dengan spesifikasi dan fiturnya, harga juga menjadi prioritas dalam pembelian, karena banyak HP yang mahal tapi kualitasnya belum tentu cukup dan sebaliknya banyak HP yang murah belum tentu kualitas HP itu sendiri bagaimana. Kalau dari yang tidak tahu tentang HP misalkan saja, misalkan saja seseorang ingin membeli HP, tapi mereka tidak tahu apa kegunaanya dan apa yang dibutuhkan dari pembeli, sehingga menimbulkan kesan, mereka meresa ditipu atau salah paham tentang produk yang diberikan informasi kepada penjual. Maka setiap orang harus bijak dalam membeli barang baik yang dari golongan bawah hingga golongan atas. 
   
6. Domisili : Tempat tinggal mempengaruhi gaya kehidupan kita dalam berprilaku di luar, entah tempat tinggal kita baik atau buruk sekalipun. Ada yang terpengaruh terhadap lingkungan tempat tinggal, ada yang tidak terpengaruh. Dalam pembelian produk,contohnya HP. Dalam tempat tinggal/lingkungan kita, sering orang memamerkan gaya hidupnya dengan HP, maka kita pun akan tergiur dan terpengaruh terhadap apa yang mereka tunjukan kepada kita,baik secara langsung maupun secara tidak langsung, sehingga kita menginginkan untuk membeli barang tersebut, dengan mencari tahu HP yang sedang trend di tempat tinggal kita. Itulah yang disebut trend masyarakat yang ada di tempat tinggal kita. Setiap orang mampu mempengaruhi lingkungan sekitar maupun orang lain untuk membeli barang dan kita pun ikut untuk membeli barang tersebut, karena sedang trend atau model yang sekarang booming. Oleh karena itu, tempat tinggal merupakan suatu factor demogafi yang dikaitkan dengan pembelian, tapi dalam konteks kecil, karena kita hanya melihat dari kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar. 

7. Wilayah : wilayah adalah cakupan yang luas dari tempat tinggal kita atau lingkungan kita sehari-hari yang sudah dibicarakan sebelumnya, kita sekarang melihat dari wilayah yang cakupannya luas. Dalam wilayah seseorang mampu mempengaruhi kita dalam membeli, contohnya saja, wilayah benua eropa sedang trend apa dan sedang booming apa. Kalau dilihat dari benua, misalkan saja HP. HP yang sedang trend dibeberapa wilayah masing-masing, seandainya wilayah Indonesia dengan wilayah jepang. Jepang memproduksi barang HP yang berkualitas tinggi dan lagi trend di masyarakat luas, sehingga masyarakat Indonesia secara tidak langsung ikut terpengaruh dengan banyaknya informasi dan pencari kebutuhan apa saja yang sedang trend seperti, mobil, motor dan lainnya, meskipun setiap wilayah memiliki barang yang di konsumsinya, tapi secara tidak langsung mempengaruhi setiap wilayah lainnya.

8. Agama : Agama juga bisa menjadi pendukung dalam pembelian setiap masyarakat. Contohnya saja,sekarang banyak pasar yang mendirikan bangunan atau membuat pasar berala muslim dengan gaya tempatnya yang menjual berbagai macam barang. Negara Indonesia adalah penduduk yang kebanyakan penganutnya agama islam, sehingga mereka mengambil kesempatan untuk membuat pasar ala muslim. Dilihat dari HP mislakan, ada HP yang memiliki fitur seperti itu, dan didalmnya berisi informasi tentang jadwal-jadwal shalat, tulisan arab, dan ayat-ayatnya. Bila puasa tiba, kita bisa melihat jadwal sahur dan waktu berbuka yang sudah diset di dalam HP tersebut. Ini merupakan ini kesempatan produsen dalam memproduksi sebuah barang. 
  
KESIMPULAN : Dari semua faktor demografi yang sudah dijelaskan, yang paling mendukung adalah, jenis kelamin, umur, hobby, dan penghasilan seseorang. Dilihat dari keseharian kita/lingkungan sekitar, karena bagaimanapun juga kita memiliki suatu barang yang menurut kita berguna, bermanfaat, atau hanya sekedar mengkoleksi saja. Produsen bisa melihat dan meneliti keseharian masyarakat untuk mendapatkan peluang dalam memasarkan barangnya dan sebagai masyarakat kita harus bijak untuk membeli barang dengan memperhatikan segala resiko, meskipun banyak pengaruh dari luar yang memungkinkan kita untuk membeli barang tersebut. Pendapat saya tentang mengapa saya memilih HP yang saya beli, karna saya berpendapat dari kualitas HP yang saya punyai memiliki fitur yang bagus, untuk mengedit gambar, mengedit foto dan mengekspresikan semuanya di HP, sehingga tampilan di HP menjadi menarik dan koneksi yang bagus bisa diakses dimanapun dan memiliki WI-FI, kalau tidak ada internet kita bisa mengakses dan mencari jaringan yang tersedia untuk bisa mengakses ke internet. Ini merupakan nilai positif dari apa yang saya dapatkan dari HP saya dan harganya cukup terjangkau.

SUMBER : http://adityacrosmogear.blogspot.com/2012/11/factor-faktor-demografi-jenis-kelamin.html